“Perdamaian justru dicari melalui senjata untuk menegaskan kekuasaan,” ujar Paus. Ia menilai kondisi tersebut mengancam supremasi hukum internasional dan kehidupan sipil yang damai.
Paus Leo XIV juga menegaskan kecamannya terhadap keterlibatan warga sipil dalam operasi militer.
Baca Juga:
Tahun Yubelium Resmi Ditutup, Vatikan Tegaskan Pesan Harapan bagi Dunia
Ia menekankan bahwa martabat manusia harus selalu ditempatkan di atas kepentingan nasional atau geopolitik semata.
Selain isu perdamaian dan konflik, Paus turut menyoroti tantangan serius yang dihadapi institusi keluarga di berbagai belahan dunia.
Ia menilai keluarga semakin terpinggirkan dalam sistem internasional saat ini.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Ajak Media Menjadi Penabur Damai dan Penebar Kasih
Paus Leo XIV juga menyinggung meningkatnya jumlah keluarga rapuh serta kasus kekerasan dalam rumah tangga.
“Kenyataan ini semakin nyata dan menyakitkan,” katanya.
Menutup pidatonya, Paus mendesak penguatan kerja sama global untuk melawan polarisasi dan ketidakadilan.