Dalam pidato yang sama, Paus Leo XIV turut menyinggung kondisi Asia Timur. Ia mengingatkan dunia internasional agar tidak menutup mata terhadap eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
“Kita tidak boleh mengabaikan tanda-tanda meningkatnya ketegangan di Asia Timur,” katanya.
Baca Juga:
Paus Leo XIV Keliling Dunia, Ini Jadwal dan Tujuan Negaranya
Ia berharap semua pihak mengedepankan pendekatan damai dan dialog konstruktif dalam menyelesaikan berbagai sengketa.
Ketegangan di kawasan itu dipicu oleh sengketa teritorial, program nuklir Korea Utara, serta persaingan strategis global yang kian tajam.
Secara khusus, Paus Leo XIV juga menyoroti krisis kemanusiaan yang memburuk di Myanmar. “Pikiran saya tertuju pada krisis kemanusiaan dan keamanan yang parah di Myanmar,” katanya.
Baca Juga:
Berakhir Sudah Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Paus Leo XIV Menutup Pintu Suci Basilika St. Petrus
Paus kembali menyerukan keberanian kolektif untuk memilih jalan dialog dan perdamaian yang inklusif.
Ia menekankan bahwa perdamaian memang tidak mudah, namun tetap mungkin diwujudkan.
“Perdamaian sulit namun realistis, membutuhkan kerendahan hati dan keberanian,” ujarnya.