WahanaNews.co | Perusahaan telekomunikasi AT&T dan Verizon memulai peluncuran layanan 5G di Amerika Serikat (AS) dan diwarnai dengan beberapa maskapai penerbangan internasional yang membatalkan penerbangan.
Maskapai ini khawatir peluncuran jaringan seluler tersebut bisa membahayakan keselamatan.
Baca Juga:
Buntut Ancaman Tarif AS, Kuba Menangis Kehabisan Bahan Bakar Pesawat
Peluncuran layanan tersebut tetap dilakukan tanpa menimbulkan gangguan besar pada penerbangan setelah diambil keputusan oleh perusahaan untuk mengurangi skala jaringan 5G di dekat bandara.
Perusahaan telekomunikasi ini menghabiskan puluhan miliar dolar untuk mendapatkan lisensi jaringan 5G tahun lalu.
Tetapi kelompok industri penerbangan sempat menyuarakan kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pada altimeter radio pesawat, yang dapat beroperasi pada frekuensi yang sama.
Baca Juga:
Tahun 2027, Semua Penerbangan Internasional ke Indonesia Wajib Pakai Avtur Ramah Lingkungan
Frekuensi ini sangat penting untuk pendaratan di malam hari atau dalam cuaca buruk.
Baik AT&T maupun Verizon pekan ini sepakat untuk mengurangi skala jaringan 5G di dekat bandara, menyusul protes dari maskapai penerbangan AS.
Sekelompok maskapai telah memperingatkan peluncuran itu akan menyebabkan gangguan massal.