Dalam dokumen dakwaan, Robinson mengatakan, "Terlalu banyak kejahatan, dan orang itu terlalu banyak menyebarkan kebencian."
Meski begitu, penyidik menilai maksud pernyataan Robinson belum sepenuhnya jelas.
Baca Juga:
Tangis Nenek di PN Batam, Minta Prabowo Bebaskan ABK Dituntut Mati Kasus 2 Ton Sabu
Catatan lain menyebut Robinson belakangan dekat dengan teman sekamarnya yang sedang menjalani transisi gender serta menunjukkan kecenderungan politik pro-LGBT dan hak-hak trans.
Namun, dokumen dakwaan tidak menghubungkan secara langsung faktor tersebut dengan motif penembakan.
Pada hari penembakan, Robinson meninggalkan catatan di bawah keyboard komputernya yang berbunyi: “Saya berkesempatan untuk mengalahkan Charlie Kirk dan saya akan mengambilnya.”
Baca Juga:
Bunuh Istri Sendiri, Oditur Tuntut Mati Serma Tengku Dian Anugerah
Ia juga sempat mengirim pesan kepada teman sekamarnya bahwa dirinya muak dengan kebencian yang menurutnya “tidak bisa dinegosiasikan.”
Robinson mengaku sudah merencanakan aksinya selama sekitar satu minggu sebelum kejadian.
Selain catatan pribadi, ia juga meninggalkan jejak digital di Discord.