Banyak politisi setempat, termasuk direktur komunikasi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Lokman Adam, mengungkapkan belasungkawa mereka melalui media sosial.
Otoritas penerbangan sipil Malaysia (CAAM) menjelaskan bahwa pesawat pertama kali berhubungan dengan Menara Kontrol Lalu Lintas Udara Subang pada pukul 14:47 dan mendapatkan izin pendaratan pada pukul 14:48.
Baca Juga:
Malaysia Cabut BMAD Serat Selulosa Asal Indonesia, Kemendag RI Prediksi Ekspor ke Malaysia Meningkat
"Namun, pada pukul 14:51, Menara Kontrol Lalu Lintas Udara Subang melihat adanya asap yang berasal dari lokasi kejadian, meskipun tidak ada panggilan darurat yang diterima dari pesawat," ungkap kepala eksekutif CAAM, Norazman Mahmud, dalam sebuah pernyataan.
CAAM melaporkan bahwa penerbangan tersebut dijalankan oleh Jet Valet, sebuah perusahaan layanan jet pribadi yang berbasis di Malaysia.
Politisi setempat, termasuk Lokman Adam, direktur komunikasi dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), mengungkapkan rasa belasungkawanya melalui platform media sosial.
Baca Juga:
Malaysia Cabut BMAD Serat Selulosa Asal Indonesia, Kemendag RI Prediksi Ekspor ke Malaysia Meningkat
Otoritas penerbangan sipil Malaysia (CAAM) menjelaskan bahwa pesawat tersebut pertama kali melakukan kontak dengan Menara Kontrol Lalu Lintas Udara Subang pada pukul 14:47, dan izin untuk mendarat diberikan pada pukul 14:48.
"Pada pukul 14.51, Menara Kontrol Lalu Lintas Udara Subang melihat adanya asap yang berasal dari lokasi kecelakaan, namun tidak ada panggilan darurat yang diterima dari pesawat," kata Norazman Mahmud, kepala eksekutif CAAM, dalam sebuah pernyataan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.