Hill bersama suaminya, Glen, diketahui mengolah sekitar 300 hingga 400 kilogram ikan mas setiap pekan untuk dijadikan produk konsumsi dan menjual filet tanpa tulang dengan harga sekitar USD 25 per kilogram.
Ia meyakini pendekatan pemanfaatan ikan mas sebagai bahan pangan dapat menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi populasinya di alam.
Baca Juga:
KPK Ungkap Dugaan Jatah Rp100 Juta per Pekan untuk Silmy Karim dari Pengurusan Izin Tinggal WNA
Di negara bagian New South Wales, pemerintah memperbolehkan pemancing menangkap ikan mas menggunakan metode yang legal tanpa batasan jumlah tangkapan.
Bahkan, upaya penangkapan ikan mas secara aktif justru didorong karena dianggap membantu pengendalian spesies invasif tersebut.
Sementara itu, sejumlah negara bagian lain seperti Australia Selatan, Queensland, dan Victoria melarang pemancing melepaskan kembali ikan mas yang telah ditangkap ke perairan.
Baca Juga:
Bukan Soal Nilai atau IQ, Ini 7 Ciri Orang Cerdas yang Jarang Disadari
"Ketika pemancing rekreasi menangkapnya, mereka meninggalkannya menggelepar di tepi sungai," ujarnya.
Menurut Hill, aturan tersebut justru memunculkan persoalan baru karena banyak ikan hasil tangkapan yang akhirnya tidak dimanfaatkan.
"Tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan ikan itu, jadi ikan tersebut hanya tergeletak dan membusuk atau mereka membawanya pulang lalu menguburnya di pekarangan mereka," sebutnya.