Presiden Vučić juga angkat bicara melalui unggahan di Instagram. Ia menyebut kerusuhan tersebut sebagai sesuatu yang menyedihkan bagi negara.
"Adegan yang kita saksikan malam ini ... adalah adegan yang tidak baik bagi Serbia, adegan yang membuat sedih setiap warga negara kita," tulis Vučić.
Baca Juga:
Targedi Mencekam Kampanye Berujung Maut di India, 39 Orang Tewas
"Mereka tidak akan mengubah apapun dengan ini," tambahnya.
Meski diwarnai kericuhan di akhir aksi, sebagian besar demonstrasi berlangsung damai. Sejak pagi, ribuan peserta mulai berdatangan sambil membawa bendera Serbia maupun atribut universitas masing-masing. Massa juga datang dari berbagai kota di seluruh negeri dengan membawa spanduk bertuliskan nama daerah asal mereka.
Mahasiswa arsitektur berusia 24 tahun bernama Andjela mengatakan tujuan demonstrasi kali ini adalah menunjukkan bahwa gerakan perlawanan belum padam.
Baca Juga:
Di Tengah Demonstrasi Terbesar Prancis, Ini Kesaksian WNI
"Tujuan protes hari ini adalah agar kita semua berkumpul lagi dan memperjelas kepada masyarakat bahwa kami masih ada di sini, bahwa kami terus berjuang dan bekerja, bahwa kami belum dan tidak akan berhenti," katanya kepada AFP.
Mahasiswa dengan rompi berwarna terang bertugas sebagai pengatur massa selama aksi berlangsung. Selain itu, sejumlah veteran perang dan kelompok pengendara motor juga terlihat hadir untuk membantu menjaga keamanan demonstrasi.
Kepala Kepolisian Serbia, Dragan Vasiljevic, mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah peserta mencapai 34.000 orang. Namun hingga kini belum ada estimasi independen terkait jumlah massa yang hadir.