Seorang pensiunan bernama Zoran Savic mengatakan demonstrasi tersebut membawa pesan jelas mengenai tuntutan perubahan politik di Serbia.
"Hari ini, sebuah pesan yang jelas sedang dikirimkan," ujarnya.
Baca Juga:
Targedi Mencekam Kampanye Berujung Maut di India, 39 Orang Tewas
"Perubahan harus datang, Serbia harus menjadi negara demokratis, supremasi hukum harus hadir untuk semua orang, artinya hukum harus berlaku sama bagi semua," tambah Savic.
Ia juga menegaskan harapannya agar Serbia semakin dekat dengan komunitas Eropa.
"Dan Serbia harus menjadi bagian dari komunitas demokratis Eropa."
Baca Juga:
Di Tengah Demonstrasi Terbesar Prancis, Ini Kesaksian WNI
Gerakan protes ini terus berlangsung sejak tragedi Novi Sad terjadi. Pada Maret 2025 lalu, demonstrasi serupa bahkan disebut berhasil mengumpulkan hingga 300.000 orang di jalanan Beograd.
Para mahasiswa yang memimpin gerakan kini berharap demonstrasi terbaru dapat kembali meningkatkan tekanan terhadap Presiden Vučić agar segera mengumumkan pemilu dini. Vučić sendiri beberapa kali menyinggung kemungkinan tersebut dan pada Kamis lalu mengisyaratkan bahwa pemilu bisa digelar pada musim gugur tahun ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah aksi demonstrasi memang diwarnai insiden kekerasan. Beberapa peserta protes mengaku diserang oleh kelompok bertopeng yang diduga pendukung pemerintah.