Bauman, yang didirikan pada tahun 1830, selama ini memang tidak menyembunyikan hubungan dekatnya dengan militer sebagai pencetak insinyur roket dan senjata sejak era Uni Soviet. Dalam sebuah surat internal tahun 2013 yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan saat itu, Sergei Shoigu, rektor universitas menuliskan bahwa lembaga tersebut melakukan lebih banyak penelitian dan pengembangan dibandingkan institusi pendidikan tinggi lainnya di Rusia, di mana lebih dari 40% riset dilakukan demi kepentingan kementerian pertahanan.
Departemen 4 sendiri berada di dalam pusat pelatihan militer universitas dan terbagi menjadi tiga aliran spesialis, dengan kode paling menonjol yakni 093400 yang bertajuk "Layanan Pengintaian Khusus". Dokumen menunjukkan bahwa GRU memegang kendali penuh atas proses rekrutmen dan pemberian nilai, bahkan mengirimkan perwiranya sendiri untuk menguji mahasiswa dan menyetujui penempatan kerja mereka.
Baca Juga:
Soal RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Purbaya Angkat Suara
Departemen ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Kirill Stupakov, seorang perwira intelijen sinyal yang menandatangani kontrak tiga tahun pada 2022 dengan Unit GRU 45807. Di Bauman, Stupakov mengajar mahasiswa untuk menguasai penyadapan elektronik dan pengawasan terselubung, menggunakan perangkat penyamaran seperti detektor asap yang berfungsi sebagai kamera hingga kabel monitor yang mampu mengambil tangkapan layar secara diam-diam.
Pengajar lainnya yang tercatat adalah Mayor Jenderal Viktor Netyksho, seorang perwira yang terkena sanksi Barat karena memimpin kelompok peretas Fancy Bear yang didakwa Amerika Serikat atas campur tangan dalam pemilu 2016. Dalam kursus "Pertahanan Terhadap Pengintaian Teknis", mahasiswa diajarkan teknik peretasan modern mulai dari serangan kata sandi hingga pembuatan virus komputer sebagai bagian dari tugas akhir.
Selain tugas peretasan, kurikulum tersebut juga mencakup perang informasi, di mana mahasiswa tingkat lanjut ditugaskan membuat video media sosial menggunakan manipulasi dan propaganda tersembunyi. Materi pengajaran pun dipenuhi dengan doktrin Kremlin, yang menyebutkan bahwa perang di Ukraina tidak terhindarkan dan menuduh adanya genosida terhadap warga Rusia di Donbas yang didukung oleh negara-negara Eropa.
Baca Juga:
Ucapan Paskah dari Prabowo Tuai Apresiasi Putin dalam Pertemuan Bilateral
Dari Ruang Kuliah ke Unit Sandworm
Berdasarkan dokumen yang ada, salah satu mahasiswa bernama Daniil Porshin yang lulus pada musim semi 2024 langsung ditempatkan di unit Fancy Bear setelah meraih nilai hampir sempurna selama enam tahun kuliah. Meskipun tidak semua mahasiswa lulus karena penilaian ketat dari perwira GRU, setidaknya 15 orang dari angkatan Porshin diarahkan masuk ke unit-unit GRU.
Salah satu lulusan bahkan ditempatkan di Unit 74455 di kota Anapa yang dikenal oleh pemerintah Barat sebagai unit peretas Sandworm. Unit Sandworm telah dituduh melakukan serangan siber paling merusak dalam satu dekade terakhir, termasuk menyerang jaringan listrik Ukraina pada 2015 dan mengganggu kampanye kepresidenan Emmanuel Macron di Prancis pada 2017.