Pihak Universitas Bauman, Netyksho, Stupakov, maupun Porshin tidak memberikan tanggapan saat dimintai keterangan oleh konsorsium jurnalis mengenai tuduhan ini. Para pakar intelijen menyarankan bahwa Rusia terus meningkatkan serangan "hibrida" terhadap sekutu Ukraina di Eropa melalui kampanye sabotase dan gangguan siber yang tetap berada di bawah ambang batas respons militer terbuka.
Mantan pejabat pertahanan Rusia menambahkan bahwa meskipun dokumen ini memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya, Bauman hanyalah salah satu dari segelintir universitas elit yang digunakan untuk merekrut bakat-bakat luar biasa ke dalam struktur intelijen. Ia menyebutkan bahwa universitas lain, seperti Mirea, juga memiliki peran yang sangat krusial dalam melatih para peretas Rusia.
Baca Juga:
Soal RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia, Purbaya Angkat Suara
"Bauman adalah salah satu dari segelintir universitas elit yang digunakan untuk mengidentifikasi siswa berbakat guna direkrut ke dalam struktur militer dan intelijen," kata sumber tersebut dalam laporan yang dipublikasikan pada Kamis.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.