WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Rusia dan Cina memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB yang ditujukan untuk mengamankan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, pada Rabu (8/4/2025).
Rusia dan Cina menggunakan hak veto mereka untuk menggagalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang bertujuan melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Konflik Global Picu Krisis Energi, Rusia Prioritaskan Pasar Asia
Pemungutan suara terhadap rancangan resolusi yang diajukan Bahrain tersebut dilakukan pada Selasa (7/4/2026), dengan hasil sebelas dari lima belas anggota DK PBB memberikan dukungan dan dua negara memilih abstain.
Namun demikian, Rusia dan Cina menilai bahwa isi resolusi tersebut tidak netral dan cenderung berpihak terhadap Iran.
Dalam isi rancangan resolusi itu, negara-negara yang terdampak diminta untuk mengoordinasikan upaya defensif guna menjamin keselamatan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Rusia Klaim Kemenangan Baru, Kuasai Penuh Luhansk Ukraina Timur
“Negara-negara yang terkena dampak akan diminta untuk mengkoordinasikan upaya, yang bersifat defensif, sesuai dengan keadaan, untuk berkontribusi dalam memastikan keselamatan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz.”
Kondisi di jalur strategis tersebut semakin memburuk setelah Iran mengancam akan menyerang kapal-kapal sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Akibat ancaman tersebut, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi jalur sekitar seperlima distribusi minyak dan gas global praktis terhenti.