Video itu diunggah oleh aktivis Iran yang dikenal dengan nama Vahid Online, yang menyebut rekaman tersebut dikirim oleh seseorang yang menempuh perjalanan sekitar 965 kilometer demi bisa mengunggahnya di tengah pemadaman komunikasi nasional.
Direktur Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia, Mahmood Amiry-Moghaddam, menilai tingkat kekerasan aparat terhadap demonstran jauh melampaui perkiraan awal.
Baca Juga:
Protes Meluas di Iran, Krisis Ekonomi dan Pemutusan Internet Perburuk Situasi
“Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa penindakan kekerasan terhadap protes ini kemungkinan jauh lebih buruk daripada yang bisa kita bayangkan,” ujar Mahmood Amiry-Moghaddam.
Ia menilai, dalam krisis ini komunitas internasional tidak lagi memiliki ruang untuk bersikap pasif.
“Semua garis merah komunitas internasional telah dilanggar,” ujar Mahmood Amiry-Moghaddam.
Baca Juga:
Gelombang Demonstrasi Iran Dibalas Peluru Tajam, Korban Jiwa Terus Bertambah
Menurutnya, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain memikul tanggung jawab moral dan politik untuk menghentikan kekejaman yang sedang berlangsung.
“Bukan hanya Amerika Serikat atau Presiden Trump, tetapi Uni Eropa dan semua negara pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk menghentikan kekejaman ini,” ujar Mahmood Amiry-Moghaddam.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga jalur informasi dari Iran agar tetap terhubung dengan dunia luar.