"Mereka mengatakan saya dilarang mengikuti berbagai kegiatan. Mereka memblokir saya, mengadang, dan seorang petugas perempuan menyandarkan badannya ke saya," tulis Patsy di akun X.
Dia kemudian melanjutkan, "Petugas itu bahkan sempat mengatakan sampai kiamat pun saya tidak akan mengizinkan dia masuk."
Baca Juga:
Soal SKK Wajib Bagi Jurnalis Asing, Polri Buka Suara
Menurut Patsy, cara bertanya seperti itu lumrah dan sangat biasa di kalangan pers AS meski tak memungkiri ada saat tertentu kala melontarkan pertanyaan adalah hal yang kurang pantas.
Dubes Rosan mengatakan acara tersebut adalah sesi pemotretan dan bukan konferensi pers. Sehingga teriakan dan suara keras bisa menimbulkan kekhawatiran bagi pihak keamanan.
"Kami tetap berdedikasi untuk menegakkan kebebasan pers dan akan berupaya mengklarifikasi dan mematuhi protokol khusus acara untuk mencegah kesalahpahaman atau gangguan di masa depan," ungkap Rosan.
Baca Juga:
Kronologi Kasus Jurnalis Dibunuh TNI AL di Kalsel Versi Pengacara
Di tengah kegaduhan itu, Patsy mengungkap perwakilan dari delegasi AS dengan dibantu Dubes AS untuk RI berusaha berdiskusi. Patsy akhirnya diizinkan masuk ke dalam ruangan, setelah berjanji tak akan berteriak melontarkan pertanyaan selama acara berlangsung.
Dubes Rosan juga memastikan insiden itu langsung ditangani di tempat.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.