WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah mengambil kendali penuh atas wilayah Luhansk di Ukraina timur, pada Rabu (1/4/2026). Mengindikasikan bahwa mereka berhasil merebut sepetak kecil wilayah yang masih berada di luar jangkauan sejak 2022.
Rusia menyatakan telah sepenuhnya menguasai Luhansk, wilayah strategis yang menjadi salah satu pusat konflik sejak awal invasi. Namun, Kyiv segera membantah adanya perubahan signifikan di medan tempur.
Baca Juga:
Rusia Telah Menguasai Sebagian Besar Kota Sievierodonetsk
Di sisi lain, seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan tidak ada perubahan di garis depan wilayah itu dalam enam bulan terakhir.
Lebih dari 99% wilayah Luhansk, salah satu dari empat wilayah Ukraina yang diklaim Rusia sebagai bagian dari wilayahnya pada 2022, sebenarnya telah lama berada di bawah kendali Moskow. Klaim aneksasi tersebut ditolak oleh Kyiv dan sebagian besar negara Barat sebagai perampasan wilayah ilegal.
"Unit dari kelompok militer 'Barat' telah menyelesaikan pembebasan Republik Rakyat Luhansk," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama yang disukai Moskow untuk wilayah tersebut, dilansir Reuters, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga:
Rusia Gempur Kota di Ukraina Timur dengan Senjata Berat, 12 Orang Tewas
Luhansk merupakan salah satu dari dua wilayah, bersama Donetsk, yang membentuk kawasan industri Donbas.
Kremlin juga kembali menegaskan tuntutannya agar pasukan Ukraina menarik diri dari bagian Donetsk yang belum dikuasai Rusia untuk mengakhiri apa yang disebut Moskow sebagai "fase panas" perang. Kyiv berulang kali menolak tuntutan tersebut dan menyebutnya tidak masuk akal.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov mengatakan keputusan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menarik pasukan dari seluruh Donbas akan membantu menyelesaikan persoalan diplomatik yang tersisa.