NATO mengatakan pihaknya bertekad untuk memperkuat keamanan negara-negara anggota yang dekat dengan Rusia setelah aneksasi Moskow atas semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung separatis di Ukraina timur.
Sesaat setelah pengusiran itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko, menuduh NATO bermuka dua dan menggunakan gagasan dugaan ancaman dari Moskow sebagai momok untuk tujuannya sendiri.
Baca Juga:
Kediaman Presiden Putin Diserang, Donald Trump Marah
"Para pemimpin NATO kemarin berbicara tentang pentingnya mengurangi hubungan dengan Rusia dan mendukung dimulainya kembali dialog dalam kerangka Dewan Rusia-NATO," kata Grushko kepada surat kabar harian Kommersant. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.