Sebagian besar perselisihan Moskow dan Tokyo berpusat pada sengketa sejumlah pulau yang diklaim oleh Jepang, tetapi saat ini diduduki oleh Rusia.
Pulau Kunashiri, Etorofu, Shikotan, dan Habomai di Kepulauan Kuril direbut Uni Soviet di akhir Perang Dunia II. Jepang mengklaim pulau-pulau itu sebagai bagian dari "Wilayah Utara" dan sengketa pulau-pulau ini terus menjadi ganjalan hubungan kedua negara.
Baca Juga:
AS-Iran Akhiri Perang, Meski Selat Hormuz Siap Dibuka RI Beli Minyak dari Rusia
Menurut agen FSB yang membocorkan surel itu pun mengakui bahwa Kepulauan Kuril menjadi "batu sandungan utama" relasi Moskow-Tokyo.
Pulau-pulau yang menjadi rebutan kedua negara itu terletak di antara Hokkaido, Jepang, dan Semenanjung Kamchatka, Rusia. Karena itu, pulau-pulau yang disengketakan Tokyo dan Moskow itu memiliki keuntungan stragis seperti militer dan politik bagi penguasanya.
"Bagi Jepang, ada landasan geopolitik modernnya di sini: statusnya sebagai pecundang Perang Dunia II masih menghalangi Jepang untuk memiliki kekuatan militer resmi, dinas intelijen asing, dan sejumlah hal lainnya. Untuk Negeri Kebangkitan Sun, kembalinya Kepulauan Kuril ke genggaman Tokyo akan memiliki arti revisi [atau bahkan pembatalan] statusnya selama ini pasca Perang Dunia II," tulis surel FSB tersebut.
Baca Juga:
AS Bakar Rp1.245 Triliun untuk Senjata Nuklir, Angkanya Kalahkan Gabungan 8 Negara
Sementara itu, whistleblower itu memaparkan Kepulauan Kuril bagi Rusia merupakan nilai tawar atau "bargaining chip".[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.