WahanaNews.co | Badan anak-anak di PBB, UNICEF, menyatakan akan mendanai lagi guru-guru yang mengajar di Afghanistan yang sempat dibekukan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan.
Namun, UNICEF menegaskan akan memberikan dana tanpa melalui tangan Taliban.
Baca Juga:
Tujuh Bayi di Gaza Meninggal Kedinginan, UNICEF Serukan Aksi Cepat
"UNICEF sedang menyiapkan sistem yang akan memungkinkan pembayaran langsung untuk para guru tanpa dana tersebut disalurkan melalui otoritas de-facto," ucap Kepala Pendidikan Afghanistan pada UNICEF, Jeannette Vogelaar, kepada Reuters via email, Jumat (5/11/2021).
Sebagai persiapan, sebut Vogelaar, UNICEF akan mulai mendaftarkan semua guru sekolah-sekolah umum di Afghanistan.
"Cara terbaik untuk mendukung pendidikan anak perempuan di Afghanistan adalah terus mendukung sekolah-sekolah dan guru-guru mereka. UNICEF menyerukan para donatur untuk tidak mengecewakan anak-anak Afghanistan," sebut Vogelaar.
Baca Juga:
Unicef: Universitas Nani Bili Nusantara Sorong Banyak Mengalami Kemajuan
Layanan publik Afghanistan, khususnya kesehatan dan pendidikan, jatuh ke dalam krisis sejak Taliban berkuasa pada pertengahan Agustus lalu.
Banyak pemerintahan asing melarang pendanaan selain bantuan kemanusiaan yang disalurkan melalui lembaga multilateral.
Itu pada umumnya terbatas pada pasokan darurat seperti gandum dan selimut, sehingga para pekerja layanan publik termasuk guru tidak mendapatkan gaji selama berbulan-bulan.
Dana miliaran dolar Amerika milik Bank Sentral Afghanistan yang disimpan di luar negeri juga dibekukan.
Komunitas internasional telah memperingatkan bahwa Taliban mungkin membatasi pendidikan untuk perempuan, dan sekolah-sekolah untuk perempuan di kebanyakan wilayah Afghanistan masih ditutup meskipun sekolah untuk laki-laki telah dibuka kembali.
Seorang pejabat Taliban menuturkan kepada Reuters, pekan ini, bahwa akan ada 'kabar baik' soal pendidikan perempuan di Afghanistan.
Disebutkan juga bahwa pemerintahan Taliban tengah bekerja sama dengan UNICEF dan sejumlah organisasi internasional lainnya dalam isu ini.
"Kami tengah bekerja terutama dengan UNICEF dan sejumlah organisasi internasional lainnya ... untuk menghasilkan solusi yang baik ... kami menggelar pertemuan setiap hari," ucap Direktur Program dan Bantuan Eksternal pada Kementerian Pendidikan Afghanistan, Waheedullah Hashimi.
"Kami memiliki masalah yang secara ekonomi kami tidak baik ... itulah mengapa kami meminta komunitas internasional, organisasi internasional, khususnya mereka yang memiliki dana untuk situasi darurat, untuk membantu kami terkait hal ini," imbuhnya. [rin]