Newsom berpandangan sistem perpajakan yang berlaku telah menciptakan situasi ketika pekerja kantoran biasa justru dapat menanggung tarif pajak lebih tinggi dibandingkan pewaris kekayaan.
“Kita harus mengakhiri pinjaman gaya hidup bebas pajak,” kata Newsom.
Baca Juga:
Selama 300 Hari Kerja, Polrestabes Medan Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan
Menurut Newsom, salah satu persoalan terdapat pada mekanisme yang memungkinkan kelompok superkaya menggunakan aset saham sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman tanpa harus mencatatkannya sebagai penghasilan kena pajak.
“Trik yang memungkinkan orang super kaya meminjam dana memakai portofolio saham mereka sebagai jaminan tanpa perlu melaporkan penghasilan kena pajak,” ujar Newsom.
Brin bukan satu-satunya taipan teknologi yang mengambil langkah untuk menghadapi kemungkinan munculnya kebijakan pajak kekayaan semacam itu di California.
Baca Juga:
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
Sejumlah figur besar industri teknologi seperti mantan CEO Uber Travis Kalanick, investor modal ventura Peter Thiel, hingga sesama pendiri Google Larry Page dilaporkan telah meninggalkan California.
Namun, sikap berbeda justru diperlihatkan salah satu pendiri Nvidia Jensen Huang yang diperkirakan harus membayar sekitar 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp144 triliun apabila Prop 40 diberlakukan.
Huang menyatakan tidak keberatan dengan konsekuensi pajak tersebut karena dirinya telah memilih Silicon Valley sebagai tempat tinggal.