“Saya bahkan tidak pernah memikirkannya sama sekali,” kata Huang dalam sebuah wawancara pada Januari 2026.
Ia memandang kewajiban pajak merupakan salah satu konsekuensi dari keputusannya untuk tetap tinggal dan menjalani kehidupan di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Selama 300 Hari Kerja, Polrestabes Medan Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan
“Kami memilih untuk tinggal di Silicon Valley, dan pajak apa pun yang ingin mereka terapkan, saya baik-baik saja dengan itu,” ujar Huang.
Perbedaan sikap antara Brin dan Huang memperlihatkan bagaimana rencana pajak kekayaan tersebut telah membelah pandangan para miliarder dan tokoh industri teknologi mengenai cara California membebankan biaya pembangunan kepada kelompok masyarakat terkaya.
Brin juga bukan satu-satunya tokoh bisnis yang menyuntikkan dana kepada Building a Better California untuk menghadapi Prop 40.
Baca Juga:
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
Sejumlah nama besar lainnya turut mendukung pendanaan organisasi tersebut, termasuk mantan CEO Google Eric Schmidt, investor Michael Moritz, CEO Stripe Patrick Collison, CEO DoorDash Tony Xu, serta pemodal ventura John Doerr.
Besarnya dukungan finansial dari kelompok miliarder membuat pertarungan menjelang pemungutan suara Prop 40 berkembang menjadi kontestasi politik dengan kekuatan pendanaan yang sangat besar.
Di kubu pendukung, kelompok serikat pekerja yang menginisiasi Prop 40 dilaporkan telah menghabiskan sekitar 31 juta dolar AS atau sekitar Rp558 miliar untuk mengumpulkan tanda tangan sebagai dukungan awal terhadap usulan tersebut.