WahanaNews.co | Menurut Amnesty International, Singapura adalah satu dari hanya empat negara di dunia yang mengeksekusi narapidana narkoba.
Di Amerika Serikat, seseorang dianggap memperdagangkan heroin jika dia membawa lebih dari 2,2 pound, dan pedoman hukuman federal berkisar dari 10 tahun hingga penjara seumur hidup.
Baca Juga:
Lempar Botol Soju, Pria Singapura Dibui 7 Bulan
Para advokat mengatakan, perlakuan pada Dharmalingam tidak sesuai dengan norma hak asasi manusia.
Dharmalingam memiliki IQ 69, tingkat yang diakui sebagai cacat intelektual.
Selama persidangannya, seorang psikiater independen mendiagnosisnya dengan gangguan mental dan intelektual.
Baca Juga:
Kunjungan Menko Airlangga ke Singapura Dorong Kolaborasi Rantai Pasok, Investasi Hijau, dan UMKM
M Ravi, seorang pengacara Singapura yang mewakili 24 terpidana mati lainnya, menentang keputusan pengadilan sebagai inkonstitusional dan menyerukan penundaan eksekusi dan agar keputusan dibatalkan.
“Dia seperti anak berusia 5 tahun, dia tidak banyak bicara. Dia hanya melihatmu,” kata Ravi tentang kliennya.
"Dia tidak mengerti apa yang telah dia alami," tambahnya.