Ukraina hanya memiliki 196.600 tentara melawan 900.000 tentara Rusia. Namun, sejauh ini pasukan Kiev telah memperlambat laju pasukan penyerang.
The Economist melaporkan Rusia telah menderita banyak korban saat invasi memasuki hari keempat. Menurut laporan tersebut, Moskow bahkan memiliki lebih banyak korban di pihak pasukannya dalam 24 jam daripada dalam delapan tahun pertempuran di Suriah.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Kendati demikian, klaim Ukraina dan laporan media Barat itu belum bisa diverifikasi secara independen. Kremlin belum mengakui adanya korban jiwa yang banyak di pihaknya atau mengalami masalah dengan invasinya.
Beberapa laporan mengeklaim bahwa tentara Rusia sekarang menolak untuk berperang.
Taras Kuzio, seorang peneliti di Henry Jackson Society, mengatakan: "Ukrainian News Channel 24: 5.000 tentara Rusia di daerah staging di Rusia, Kharkiv Utara, telah memberontak dan menolak untuk menyerang Ukraina."
Baca Juga:
Siap Kuasai Udara, Rusia Tampilkan Prototipe Senjata Laser Antidrone
Kuzio juga mengeklaim bahwa laporan dari garis depan dekat Crimea menunjukkanseparuh tentara Rusia telah menyerahkan peralatan mereka ke Ukraina, sekali lagi menolak untuk berperang.
Ada juga laporan tentang kemarahan yang meluas terhadap Putin di Rusia atas invasi tersebut, di mana banyak orang Rusia protes di Moskow sementara beberapa pegawai pemerintah telah mengundurkan diri sebagai respons.
Laporan itu muncul ketika tentara Rusia pada hari Minggu maju ke pusat kota Kharkiv, tetapi didorong kembali oleh pasukan lokal.