WahanaNews.co | Pemboman
udara oleh jet tempur Israel selama perang 11 hari lalu menewaskan banyak
pejuang Hamas. Di antaranya, 80 milisi pejuang yang terkubur di terowongan
bawah tanah di Gaza, Palestina.
Baca Juga:
Koalisi Kejutan Terbentuk, Bennett-Lapid Siap Akhiri Era Netanyahu
Mereka masuk terowongan setelah militer Zionis mengumumkan
invasi pasukan darat yang ternyata tipuan.
Tim pencari Palestina di Gaza menggali terowongan yang
diledakkan militer Zionis untuk mengevakuasi para para pejuang yang terkubur.
Di tengah-tengah pertempuran 11 hari lalu, Pasukan
Pertahanan Israel (IDF) men-tweet bahwa operasi udara dan darat sedang berlangsung.
Baca Juga:
Israel Kembali Hantam Jalur Gaza, Bocah 14 Tahun Tewas Kena Rudal
Percaya bahwa mereka diserang dari pasukan darat Israel,
para pejuang Hamas bersenjata berat bergegas masuk terowongan sehingga mereka
bisa menyerang pasukan Zionis.
Tetapi segera setelah mereka memasuki terowongan bawah
tanah, militer Zionis Israel melancarkan serangan udara besar-besaran,
menghancurkan terowongan dengan bom penghancur bungker dan ledakan lainnya.
Beberapa saat setelah tweet IDF Israel diunggah, tweet itu
kemudian dihapus, dalam misi penipuan besar-besaran yang mengumpulkan para pejuang
Hamas dalam jumlah besar sehingga mereka dapat diserang.
Pada Senin (24/5/2021), tim pencari Palestina di Gaza masih
berusaha menjangkau sisa-sisa pejuang yang terkubur di dalam terowongan ketika
penduduk setempat menghitung kerugian akibat aksi saling serang rudal 11 hari.
Di Israel, seorang sumber mengatakan kepada The Mirror:
"Sekarang dipercaya sekitar 80 terbunuh, banyak di antaranya masih terkubur
jauh di bawah tanah."
"Pada saat itu diyakini operasi penipuan telah
menargetkan sebanyak 200 orang, tetapi tampaknya 80 adalah hitungan terbaru,
dari intelijen yang dikumpulkan di Gaza," ujar sumber tersebut yang
dilansir Selasa (25/5/2021).
Gencatan senjata antara militan Hamas Gaza dan Israel telah
memasuki hari kelima pada hari ini. Militer Zionis telah mengancam akan
membalas dengan kekuatan penuh jika kelompok perlawanan Palestina itu melanggar
gencatan senjata dengan melepaskan tembakan roket.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya 248
orang, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak, tewas selama perang 11
hari.
Israel mengatakan pihaknya menewaskan sedikitnya 225 militan
selama pertempuran itu.
Hamas belum memberikan angka korban bagi para pejuangnya,
tetapi juga diyakini sebanyak 12 komandan seniornya tewas dalam serangan udara
Zionis.
Hussan Abu Harbeed, seorang veteran komandan Jihad Islam
Palestina juga tewas dalam serangan udara Zionis.
Di Israel, menurut layanan medisnya, ada 12 orang yang tewas
termasuk dua anak.
Operasi pembersihan di dalam Gaza akan menelan biaya ratusan
juta poundsterling, sebagian besar berasal dari Mesir dan dan sumbangan negara
lainnya.
Mesir dilaporkan telah menjanjikan setidaknya 350 juta
poundsterling untuk pembangunan kembali Gaza.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan bahwa
satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkepanjangan antara Israel dan
Palestina adalah "solusi dua negara." [dhn]