WahanaNews.co | Topan Batsirai yang menghantam Madagaskar pada Sabtu (5/2/2022) menewaskan setidaknya 10 orang.
Topan tropis dengan kecepatan 235 km per jam itu juga meluluh lantakkan sejumlah desa dan memaksa hampir 50 ribu penduduk harus mengungsi.
Baca Juga:
Banjir Dominasi Bencana Awal 2026, BNPB Laporkan Dampak di NTB dan Sitaro
“Kami hanya melihat kehancuran: pohon tumbang, tiang listrik tumbang, atap terkoyak oleh angin, kota benar-benar terendam air,” ujar Nirina Rahaingosoa, penduduk Fianarantsoa, kota yang berjarak 420 km dari ibu kota Madagaskar, seperti dikutip dari Reuters.
Salah satu wilayah yang luluh lantak dihantam badai adalah Mananjary.
Kota di sepanjang garis pantai timur dilaporkan hancur lebur akibat angin kencang dan hujan deras.
Baca Juga:
Parsadaan Toga Sihite dohot Boruna Sedunia Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di Sumut
Rumah-rumah di sana tersapu badai.
Sementara, lebih dari 200 sekolah rata dengan tanah.
“Seolah-olah kita baru saja dibom,” kata Willy Raharijaona, penasihat teknis Wakil Presiden Senat Madagaskar.