WAHANANEWS.CO - Kebakaran hebat yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, memicu kepanikan ratusan penumpang yang berusaha menyelamatkan diri, dengan insiden tersebut menewaskan empat orang dan memicu operasi evakuasi besar-besaran di tengah laut.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026), mengakibatkan empat penumpang meninggal dunia dan ratusan lainnya dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang melibatkan tim SAR gabungan serta sejumlah kapal di sekitar lokasi.
Baca Juga:
Tata Kelola Penjualan Tiket Buruk, Rugikan Konsumen!
Peristiwa bermula ketika kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00-07.00 WIB saat masih berada di tengah pelayaran.
"Benar info bahwa ada kejadian kapal penumpang terbakar pagi tadi kapal penumpang tujuan Surabaya-Makassar," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan asap hitam pekat membumbung dari badan kapal, sementara para penumpang mengenakan jaket pelampung dan berkumpul di dek kapal sambil menunggu bantuan datang.
Baca Juga:
KM Sabuk Nusantara 91 Terbakar di Pelabuhan Sumenep, Satu Orang Meninggal
Kondisi kebakaran yang terus membesar membuat sebagian penumpang nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan berdasarkan komunikasi dengan kapal di sekitar lokasi, para penumpang sempat bertahan di anjungan dan haluan kapal sebelum sebagian memilih terjun ke laut.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi, ada 4 kapal yang merapat," kata Nanang.
Informasi awal mengenai kebakaran diterima perusahaan pelayaran dari nakhoda kapal, namun komunikasi terputus tidak lama setelah laporan darurat disampaikan.
"Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," ujar Nanang.
Terputusnya komunikasi membuat Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak, Pos SAR Sumenep, dan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget untuk melacak posisi kapal sekaligus mengerahkan armada penyelamat.
Sementara itu, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur juga menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
"Tim penyidik dan intelijen Polda Jatim akan diterjunkan ke kawasan perairan Madura," kata Kasi Intel Air Polda Jatim, Kompol Riyanto.
Di tengah proses penyelidikan, tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi ratusan penumpang.
Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya hingga Minggu (2/8/2026) pukul 15.15 WIB, sebanyak 222 orang telah dievakuasi, terdiri atas 218 penumpang selamat dan empat orang meninggal dunia.
Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal, di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Transco Arafura, KM Meratus Project 3, KM Prakarsa Mas, dan KM SC Aila XVII.
Basarnas menyatakan empat korban meninggal ditemukan di lokasi berbeda, dengan dua jenazah dievakuasi menggunakan KM Meratus Pematang Siantar, satu korban oleh TB Hasnur 26, dan satu korban lainnya oleh KM Meratus Project 3.
Hingga Minggu (2/8/2026) sore, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang maupun awak kapal berhasil diselamatkan sekaligus mendukung penyelidikan penyebab kebakaran.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]