Suhu tinggi, ketiadaan air, dan lokasi yang sangat jauh dari permukiman membuat peluang keselamatan mereka semakin kecil.
"Sebanyak 49 orang meninggal karena kehausan di daerah terpencil lebih dari 80 km sebelah barat Assamaka," kata pemerintah, dikutip dari Aljazeera, Senin (8/6/2026).
Baca Juga:
Tanda Psikopat pada Anak Bisa Muncul Sejak Balita, Ini Ciri yang Perlu Diwaspadai
Pemerintah menjelaskan bahwa para penumpang terjebak karena kendaraan tidak dapat diperbaiki.
"Disebabkan kekurangan air dan tidak mampu memperbaiki kendaraan meskipun pengemudi, asistennya, dan para penumpang telah berusaha, para pelancong tersebut terjebak di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat di mana suhu ekstrem dan ketiadaan titik perbekalan membuat kelangsungan hidup sangat sulit," kata pemerintah.
Di tengah situasi mematikan itu, dua orang dilaporkan berhasil selamat.
Baca Juga:
Viral Roti Rp 1.500 Jadi Rp 3.000 di Nota MBG, SPPG yang Diduga Terlibat Masih Dicari
Keduanya berjalan kaki lebih dari 50 kilometer untuk mencari sumber air.
Setelah mencapai sumber air, mereka melanjutkan perjalanan menuju Assamaka.
Dari sana, kedua penyintas berhasil memberi tahu pihak berwenang mengenai tragedi yang menimpa rombongan tersebut.