"Mereka (Rusia dan China) saling membutuhkan, tetapi bagi China (invasi) ini tidak sejalan dengan gagasan mereka tentang dunia yang stabil yang mencoba menciptakan lebih banyak perdagangan, melainkan bahwa ini akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian," kata Einar Tangen, seorang analis politik yang berbasis di Beijing, kepada Al Jazeera.
Baca Juga:
Lithuania Bikin Rusia Emosi, Perang Dunia Kian Dekat
2. Suriah
Menurut laporan Metro.co.uk, Suriah juga mendukung tindakan Putin terhadap invasi di Ukraina.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, melakukan panggilan telepon dengan Putin.
Baca Juga:
PBB Desak Rusia Akhiri Perang di Ukraina
Al Jazeera melaporkan, dia memuji serangan militer Rusia ke Ukraina.
Presiden Bashar lalu mencela apa yang dia sebut “histeria” Barat di sekitarnya.
Ia mengatakan kepada Putin, apa yang terjadi di Ukraina adalah “koreksi sejarah dan pemulihan keseimbangan yang hilang di dunia setelah pecahnya Uni Soviet.”