WahanaNews.co | Presiden Turki, Recep
Tayyip Erdogan, pada Senin (15/2/2021), menuding Amerika Serikat (AS)
berpihak kepada "teroris".
Pernyataan
tersebut dilontarkan Erdogan setelah milisi Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di
wilayah utara Irak dituduh mengeksekusi 13 orang Turki pada Minggu (14/2/2021).
Baca Juga:
Rupiah Melemah, Arnod Sihite Soroti Ketergantungan Impor: Devisa Negara Terus Terkuras
Di
antara para korban tersebut, kebanyakan merupakan tentara dan polisi. Sebelum
dieksekusi, ke-13 korban diculik dan dibawa ke sebuah gua.
Turki
mengatakan, ke-13 orang Turki tersebut dieksekusi oleh PKK,
sebagaimana dilansir dari AFP.
PKK
sendiri menyatakan, ke-13 orang Turki tersebut tewas ketika pasukan Turki mengebom
gua tempat orang-orang itu ditahan.
Baca Juga:
Ini Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Erdogan
bertutur, Turki memang melancarkan operasi militer untuk menggempur markas PKK
di Irak utara untuk membebaskan ke-13 sandera tersebut.
Kementerian
Luar Negeri AS pada Minggu menyesalkan kematian warga Turki tersebut.
Namun,
Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi
lebih lanjut ihwal penyebab kematian ke-13 sandera tersebut.