"Jika
laporan kematian warga sipil Turki di tangan PKK dikonfirmasi, kami mengutuk
tindakan ini sekuat mungkin," ujar Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah
pernyataan.
Erdogan
langsung menyambut pernyataan Kementerian Luar Negeri AS tersebut dengan
kecaman melalui pidato yang disiarkan televisi.
Baca Juga:
Elon Musk Serukan Pemakzulan Trump! Drama Politik AS Makin Panas
"Pernyataan
yang dibuat oleh AS adalah lelucon," kata Erdogan dalam komentar publik
pertamanya tentang insiden itu.
"Anda
mengatakan, Anda tidak mendukung teroris, padahal sebenarnya Anda berada di
pihak mereka dan di belakang mereka," imbuh Erdogan.
Erdogan
mengatakan, sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Turki harus
memihak.
Baca Juga:
Dolar Tersingkir, 93% Transaksi EAEU Kini Gunakan Mata Uang Lokal
"Organisasi
teroris di depan pintu kami, di perbatasan kami, membunuh orang tak bersalah,"
tutur Erdogan.
PKK
sendiri telah melancarkan pemberontakan terhadap Turki sejak 1984 yang diyakini
telah menewaskan puluhan ribu orang.
AS dan
negara-negara Barat lainnya yang merupakan sekutu Turki lainnya mengakui PKK
sebagai kelompok teror.