Melalui akun Telegram resminya, Zelensky menegaskan bahwa operasi tersebut memang dirancang untuk melemahkan kemampuan ekonomi Rusia membiayai perang.
"Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan bagi perang Rusia, dan juga menghantam Kronstadt, target militer penting yang berjarak lebih dari 850 kilometer dari perbatasan negara Ukraina," kata Zelensky.
Baca Juga:
Iran Hantam Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar, Dampaknya Bisa Bertahun-tahun
Pernyataan itu menunjukkan Ukraina kini semakin percaya diri menyerang target-target strategis jauh di dalam wilayah Rusia.
Namun hingga kini Rusia belum mengonfirmasi klaim Ukraina mengenai serangan terhadap Kronstadt, pangkalan utama Angkatan Laut Rusia di dekat St. Petersburg yang sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan Ukraina bulan lalu.
Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha meredam dampak psikologis serangan tersebut dengan menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas energi Rusia "tidak kritis".
Baca Juga:
Debat Panas Ahok vs Wa Ode di Ruang Sidang Bikin Hakim Turun Tangan
Meski demikian, serangan-serangan terhadap sektor energi Rusia terus meningkat sepanjang tahun ini. Ukraina secara konsisten menargetkan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan energi, yang menurut berbagai laporan telah menyebabkan kerusakan besar serta memicu kelangkaan bensin di seluruh 11 zona waktu Rusia.
Serangan drone Ukraina juga terjadi di sejumlah wilayah lain Rusia.
Gubernur Wilayah Bryansk dan gubernur yang ditunjuk Rusia di Crimea sama-sama melaporkan satu orang tewas akibat serangan drone di masing-masing wilayah tersebut. Selain itu, beberapa warga lainnya mengalami luka-luka.