WahanaNews.co | Kementerian
Kesehatan Tahiland berniat mencampur vaksin Sinovac dengan AstraZeneca untuk
disuntikkan kepada para tenaga kesehatan.
Baca Juga:
Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Terima Laporan Tiga Kasus Gejala PMK
Rencana ini bakal dilakukan untuk meningkatkan proteksi dari
Covid-19. Dikutip dari BBC, keputusan ini dibuat setelah ratusan tenaga
kesehatan tertular Covid-19 meskipun sudah mendapat dosis penuh vaksin Sinovac.
Seperti dijelaskan Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul.
Menurut dia, warga Thailand sekarang akan mendapat vaksin AstraZeneca setelah
dosis pertama Sinovac.
"Jarak pemberian kedua vaksin itu sekitar tiga hingga
empat pekan," lanjutnya seperti dikutip stasiun televisi Channel News Asia
(12/7/2021).
Baca Juga:
Pemkab Kepulauan Seribu Targetkan 4.295 Anak Terima Vaksin Polio PIN Tahap Pertama
Para tenaga kesehatan yang sudah mendapat dua kali vaksin
Sinovac juga akan disuntik dosis ketiga vaksin lain (vaksin AstraZeneca, atau
vaksin mRNA seperti Pfizer/BioNTech) sebagai booster.
Anutin menjelaskan, dosis ketiga akan diberikan tiga sampai
empat minggu setelah mereka mendapatkan dosis kedua Sinovac.
Kementerian kesehatan Thailand yakin kombinasi dua vaksin
Covid itu akan meningkatkan kekebalan kolektif atas virus corona, terutama varian
Delta yang sangat menular, yang kali pertama dideteksi di India.
"Ini diyakini akan memberi perlindungan lebih baik
terhadap varian Delta karena kekebalan akan meningkat dengan cepat, mendekati
level yang diberikan oleh dua dosis vaksin AstraZeneca," ujar Direktur
Jenderal dari Departemen Pengedalian Penyakit Dr Opas Kankawinpong.
Ia melanjutkan, "Selain itu, waktu yang dibutuhkan
untuk meningkatkan imunitas dengan cara seperti ini akan lebih singkat." [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.