Adnan menjelaskan, biopori jumbo yang dikembangkan di wilayahnya memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman 1,5 meter menggunakan konstruksi buis beton. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan limbah organik rumah tangga yang berasal dari sekitar 800 rumah di lingkungan RW 013.
“Biopori jumbo yang kami gagas ini berjumlah sembilan titik lokasi dengan diameter satu meter dan kedalaman 1,5 meter menggunakan buis beton. Fasilitas ini menjadi tempat penampungan limbah organik rumah tangga dari sekitar 800 rumah di lingkungan kami,” jelas Adnan.
Baca Juga:
Wali Kota Munjirin Buka Seleksi Abang None Jakarta Timur 2026
Melalui inovasi tersebut, warga berharap pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang. Selain itu, keberadaan biopori jumbo juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan warga, sehingga target pengurangan sampah dari sumber dapat tercapai secara optimal
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.