WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat kebijakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung Transformasi Kesehatan Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Policy Dialogue Health Labour Market Analysis (HLMA) yang digelar bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan PTK Mandiri, Akses Obat dan Teknologi Medis Inovatif Dipercepat
Forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas hasil awal kajian Health Labour Market Analysis (HLMA) yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan nasional di bidang SDM kesehatan.
Melalui analisis tersebut, pemerintah berharap dapat merancang perencanaan tenaga kesehatan yang lebih akurat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, menjelaskan bahwa HLMA merupakan instrumen penting untuk memetakan kondisi dan dinamika pasar tenaga kerja kesehatan secara menyeluruh.
Baca Juga:
Kemenkes Tegaskan Nakes Berhak Hentikan Pelayanan Jika Terancam, RS Diminta Perketat Keamanan
Analisis tersebut tidak hanya melihat jumlah tenaga kesehatan yang tersedia, tetapi juga distribusi, kompetensi, serta kebutuhan riil pelayanan kesehatan di lapangan sehingga kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran.
“HLMA membantu memastikan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki tenaga kesehatan yang cukup, tetapi juga tenaga kesehatan dengan kompetensi yang tepat, berada di tempat yang tepat, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan. Hasil analisis ini akan menjadi landasan penting bagi penguatan kebijakan SDM kesehatan ke depan,” kata Yuli Ferianti dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Yuli, pendekatan melalui Health Labour Market Analysis juga diharapkan mampu menjaga sistem pelayanan kesehatan nasional agar tetap mudah diakses oleh masyarakat, berjalan secara efektif, serta mampu merespons berbagai tantangan dan perubahan kebutuhan kesehatan di masa depan.