WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ikan sapu-sapu (Hypostomus sp.) kerap ditemukan di sungai, kanal, dan saluran air perkotaan.
Ikan ini dikenal tahan hidup di perairan dengan kualitas buruk dan sering dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai sumber pangan alternatif.
Baca Juga:
Jangan Konsumsi Lagi! 15 Produk Herbal Ini Dilarang BPOM Gegara Mengandung Bahan Kimia Obat
Namun, di balik daya tahannya tersebut, konsumsi ikan sapu-sapu dari sungai yang tercemar menyimpan risiko serius bagi kesehatan manusia.
Salah satu bahaya utama berasal dari kemampuan ikan sapu-sapu mengakumulasi logam berat dalam tubuhnya. Sungai yang tercemar limbah industri, rumah tangga, dan pertanian umumnya mengandung zat berbahaya seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsenik.
Karena ikan sapu-sapu hidup di dasar perairan dan memakan lumut serta sisa organik di sedimen, zat-zat beracun tersebut dapat terakumulasi dalam jaringan daging dan organ dalamnya.
Baca Juga:
Peringati Hari Kesehatan Nasional, Puskesmas Tanah Putih I Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Sunat Massal
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, logam berat ini berpotensi menyebabkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan fungsi hati, hingga meningkatkan risiko kanker.
Selain logam berat, ikan sapu-sapu dari perairan tercemar juga berisiko membawa bakteri dan parasit berbahaya. Sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah domestik sering mengandung bakteri patogen seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Vibrio.
Parasit cacing dan mikroorganisme lain pun dapat berkembang di tubuh ikan. Meski dimasak, pengolahan yang tidak sempurna tetap dapat menyisakan risiko infeksi saluran pencernaan, diare akut, hingga penyakit serius lainnya, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan lansia.