WAHANANEWS.CO, Jakarta - Makan buah pada malam hari kerap menimbulkan perdebatan. Sebagian orang menganggap kebiasaan tersebut baik untuk kesehatan, sementara yang lain khawatir dapat mengganggu sistem pencernaan maupun kualitas tidur.
Padahal, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan dalam porsi yang wajar, buah tetap dapat menjadi pilihan camilan sehat pada malam hari.
Baca Juga:
Kebiasaan Malam Hari yang Bikin Panjang Umur
Buah merupakan sumber vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan serta mendukung berbagai fungsi organ.
Konsumsi buah secara rutin juga membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara alami.
Meski demikian, masih ada anggapan bahwa makan pada malam hari dapat berdampak kurang baik bagi tubuh, terutama menjelang waktu tidur.
Baca Juga:
Penyebab Gejala Kolestrol Sering Muncul di Jempol Kaki Pada Malam Hari
Mengutip Alodokter.com, buah pada dasarnya aman dikonsumsi pada malam hari dan tidak selalu menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.
Berbeda dengan makanan yang tinggi lemak, pedas, atau berminyak yang cenderung memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan risiko gangguan tidur, buah umumnya lebih ringan sehingga lebih mudah dicerna tubuh.
Selain rendah lemak, sebagian besar buah mengandung serat yang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Hal ini dapat membantu mengurangi keinginan mengonsumsi camilan tinggi kalori pada malam hari.
Dengan porsi yang sesuai, makan buah juga tidak secara otomatis menyebabkan kenaikan berat badan.
Beberapa jenis buah bahkan diketahui dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Kandungan nutrisi tertentu dalam buah dipercaya mendukung produksi melatonin, yaitu hormon yang berperan mengatur siklus tidur.
Pisang, kiwi, nanas, dan jeruk termasuk buah yang sering dikaitkan dengan manfaat tersebut sehingga dapat menjadi pilihan camilan sehat sebelum beristirahat.
Meski demikian, tidak semua orang dapat mengonsumsi semua jenis buah tanpa pertimbangan khusus.
Bagi penderita penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), pemilihan buah perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Buah yang memiliki tingkat keasaman tinggi, seperti jeruk dan tomat, berpotensi memicu munculnya gejala apabila dikonsumsi secara berlebihan, terutama menjelang tidur.
Agar manfaat buah tetap optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsinya pada malam hari.
Pertama, konsumsi dalam jumlah secukupnya, sekitar satu hingga dua porsi.
Kedua, pilih buah yang relatif mudah dicerna seperti pisang, pepaya, atau melon agar tidak memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan.
Selain itu, masyarakat disarankan menghindari produk olahan buah yang mengandung tambahan gula, pewarna, maupun bahan pengawet, seperti permen rasa buah, jus kemasan, atau buah kalengan.
Produk-produk tersebut umumnya memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan buah segar.
Buah dengan kadar gula alami yang cukup tinggi, seperti leci dan mangga, juga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan asupan kalori dan kadar gula darah, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Secara umum, buah merupakan makanan sehat yang dapat dikonsumsi kapan saja, termasuk pada malam hari.
Dengan memilih jenis buah yang tepat serta memperhatikan porsi konsumsi, manfaat nutrisi dari buah tetap bisa diperoleh tanpa mengganggu kenyamanan tubuh saat beristirahat.
Bahkan bagi penderita diabetes, konsumsi buah pada malam hari tetap diperbolehkan selama mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan menjaga porsi yang sesuai.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]