WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan program jaminan kesehatan nasional.
Langkah inovatif ini diambil sebagai upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas layanan dalam ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Sistem Rujukan JKN Berubah, BPJS Kesehatan Fokuskan Layanan Sesuai Kompetensi Faskes
Penerapan teknologi berbasis AI tersebut secara resmi diperkenalkan kepada publik melalui acara peluncuran yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta pemangku kepentingan terkait.
Sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan BPJS Kesehatan dirancang untuk mempermudah akses layanan bagi peserta sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan terhadap seluruh transaksi klaim medis.
Baca Juga:
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan BRIN Dorong Kebijakan JKN Berbasis Data
Melalui pemanfaatan AI, potensi penyimpangan atau kecurangan klaim dapat terdeteksi sejak dini sehingga risiko kerugian keuangan dapat diminimalkan.
"Kedua, manfaat yang utama itu adalah kita bisa melakukan deteksi dini terhadap adanya fraud. Jadi kalau kita mendeteksi adanya kecurangan daripada rumah sakit dan sebagainya, itu dengan artificial intelligence memudahkan untuk kita melakukan deteksi seperti itu," kata Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir.
Abdul Kadir menegaskan bahwa akurasi pengawasan menjadi aspek krusial dalam menjaga integritas keuangan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar tetap berkelanjutan.