WahanaNews.co | COVID-19 belum usai, kini Indonesia harus menghadapi kasus penyakit campak. Bahkan, kasus campak yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan hingga 25 kali lipat dalam satu tahun belakangan.
Laporan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan, anak yang mengalami paparan campak pada 2021 tercatat sebanyak 132 orang. Setahun berselang, angka ini melonjak hingga mencapai 3.341 kasus campak.
Baca Juga:
Kadis Kesehatan DKI Minta Warga Waspadai Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran
Tidak berbeda dengan COCID-19, campak juga menjadi gangguan kesehatan yang menular. Akan tetapi, benarkah penularan penyakit campak justru lebih membahayakan daripada COVID-19?
Penyakit Campak Lebih Berbahaya dari COVID-19
Para ahli menyebutkan bahwa memang benar jika campak jauh lebih membahayakan ketimbang COVID-19. Berikut alasannya:
Baca Juga:
Lonjakan Campak 2026 Picu KLB di 11 Provinsi, Komisi IX Minta Aksi Cepat Pemerintah
Komplikasi yang Menyebabkan Kematian
Alasan pertama yaitu komplikasi yang terjadi akibat penyakit campak yang terlambat atau tidak mendapatkan penanganan.
Campak dapat membuat anak-anak yang terpapar mengalami diare berat, bahkan memiliki risiko tinggi meninggal dunia.