Iwan memaparkan, data menunjukkan bahwa dua dari tiga peserta program CKG adalah perempuan, yakni sebanyak 5,36 juta orang. Sementara peserta laki-laki tercatat sebanyak 3,26 juta orang.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa separuh dari peserta CKG mengalami masalah kesehatan gigi.
Baca Juga:
PLN Salurkan Alat Deteksi Preeklamsia Berbasis AI untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Keluhan yang ditemukan mulai dari gigi berlubang, goyang, hilang, hingga kondisi gusi yang menurun, dengan kecenderungan meningkat seiring usia.
Menanggapi hal ini, Menkes Budi mengimbau masyarakat dari segala usia untuk tidak ragu memanfaatkan layanan puskesmas guna mendeteksi dini berbagai risiko kesehatan.
Ia menekankan pentingnya tindakan preventif dibanding pengobatan.
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dorong Masyarakat Lebih Sadar Gizi
Ia juga memastikan bahwa masyarakat yang memiliki risiko penyakit seperti stroke, jantung, atau gangguan ginjal, tetap bisa mendapatkan penanganan lanjutan melalui fasilitas kesehatan, selama menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan.
"Jauh lebih menyenangkan untuk kita hidup sehat daripada mengobati pada saat kita sakit. Kita harus menjaga diri kita agar selalu sehat," ucap Menkes.
"Jadi, jangan menunggu sampai sakit. Kemudian baru kita sehatkan kembali atau sembuhkan diri kita ke RS," pungkasnya.