Iwan memaparkan, data menunjukkan bahwa dua dari tiga peserta program CKG adalah perempuan, yakni sebanyak 5,36 juta orang. Sementara peserta laki-laki tercatat sebanyak 3,26 juta orang.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa separuh dari peserta CKG mengalami masalah kesehatan gigi.
Baca Juga:
Indonesia Luncurkan Jarum Suntik Halal Pertama dengan Teknologi E-Beam
Keluhan yang ditemukan mulai dari gigi berlubang, goyang, hilang, hingga kondisi gusi yang menurun, dengan kecenderungan meningkat seiring usia.
Menanggapi hal ini, Menkes Budi mengimbau masyarakat dari segala usia untuk tidak ragu memanfaatkan layanan puskesmas guna mendeteksi dini berbagai risiko kesehatan.
Ia menekankan pentingnya tindakan preventif dibanding pengobatan.
Baca Juga:
Indonesia Butuh 280 Ribu Dokter untuk Capai Rasio Ideal Pelayanan Kesehatan
Ia juga memastikan bahwa masyarakat yang memiliki risiko penyakit seperti stroke, jantung, atau gangguan ginjal, tetap bisa mendapatkan penanganan lanjutan melalui fasilitas kesehatan, selama menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan.
"Jauh lebih menyenangkan untuk kita hidup sehat daripada mengobati pada saat kita sakit. Kita harus menjaga diri kita agar selalu sehat," ucap Menkes.
"Jadi, jangan menunggu sampai sakit. Kemudian baru kita sehatkan kembali atau sembuhkan diri kita ke RS," pungkasnya.