Menkes optimistis kapasitas laboratorium di Indonesia saat ini jauh lebih siap dibanding sebelumnya karena infrastruktur pemeriksaan PCR sudah tersebar luas di berbagai daerah.
"Kita butuh kan sekarang mesin reagen kita sudah banyak, jadi untuk deteksi virus ini harusnya lebih mudah," jelasnya.
Baca Juga:
Kenali Beda Hantavirus dan Leptospirosis, Sebab Sama-sama Penyakit dari Tikus
Sebelumnya, WHO melaporkan satu kasus baru virus Hanta di Swiss yang berkaitan dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius. Kasus tersebut ditemukan pada seorang penumpang kapal yang menjalani pemeriksaan di rumah sakit Zurich, Swiss.
Hingga Rabu (6/5/2026), WHO mencatat terdapat delapan kasus suspek hantavirus dan tiga di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
WHO menyebut varian yang ditemukan adalah Andes hantavirus, yakni jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia meski kasusnya tergolong langka.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Penyebaran Virus Hanta Andes
"Sejalan dengan International Health Regulations (IHR), WHO bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung pelacakan kontak internasional, guna memastikan bahwa mereka yang berpotensi terpapar dapat dipantau dan penyebaran penyakit lebih lanjut dapat dibatasi," tulis WHO dalam keterangannya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.