"Mengingat
kehancuran ekonomi global dan jumlah kematian yang disebabkan oleh pandemi ini,
tidak pernah lagi negara yang bertanggung jawab atas wabah dibiarkan
menghalangi penyelidikan internasional selama 12 bulan penuh," ujarnya.
Rezim
Partai Komunis telah lama dituduh menutupi asal-usul pandemi virus Corona,
dan terus berusaha untuk menepis kesalahan.
Baca Juga:
Kasus Dugaan Mahar Cek Rp3 Miliar Palsu, Mbah Tarman Ditahan
Ilmuwan
WHO muncul bersama dengan para ilmuwan China saat meragukan pasar makanan laut
Wuhan sebagai sumber asli dan menolak kemungkinan sumber berasal dari kebocoran
laboratorium dengan mengatakan "sangat tidak mungkin".
Dr
Peter Ben Embarek, Kepala Misi WHO, mengatakan, "Hipotesis insiden
laboratorium sangat tidak mungkin menjelaskan masuknya virus ke dalam populasi
manusia."
"Oleh
karena itu, tidak ada dalam hipotesis yang akan kami sarankan untuk penelitian
di masa depan," ucapnya.
Baca Juga:
KUHAP Baru, Peradi SAI Buka Suara Singgung Akses CCTV untuk Advokat
Sebaliknya,
tim tersebut menawarkan penjelasan spekulatif termasuk kemungkinan melompatnya
virus dari hewan ke manusia di tempat lain, atau bahkan mungkin telah melewati
batas makanan beku.
WHO
menyimpulkan bahwa virus kemungkinan berpindah ke manusia dari hewan, tetapi
sekarang pertanyaannya adalah di mana hal ini terjadi karena ada keraguan
terhadap pasar makanan laut sebagai sumber penularan aslinya.
Tim
juga mengakui virus itu mungkin telah beredar di wilayah lain di China
"beberapa pekan" sebelum diidentifikasi, ketika virus telah menyebar
di pasar makanan laut di Wuhan.