Konferensi
pers para peneliti WHO dimulai setelah penundaan 20 menit dan dianggap justu
membuat dunia dengan lebih banyak pertanyaan dari pada jawaban karena misteri
semakin dalam ke asal-usul pandemi yang telah menewaskan lebih dari 2,3 juta
orang.
Seorang
juru bicara Nomor 10 mengatakan kepada The
Sun Online, "Kami mendukung penyelidikan WHO, yang penting terbuka dan
transparan. Kami akan menunggu informasi lebih lanjut tentang temuan
mereka."
Baca Juga:
Kasus Dugaan Mahar Cek Rp3 Miliar Palsu, Mbah Tarman Ditahan
Jamie
Metzl, seorang rekan senior di Dewan Atlantik dan penasihat WHO, mengatakan
kepada The Sun Online, "Menolak
hipotesis kebocoran laboratorium tampaknya langkah yang salah oleh tim
investigasi WHO."
"Untuk
membuat pernyataan ini kredibel, mereka akan membutuhkan akses penuh dan tidak
terbatas ke semua catatan, sampel, dan personel kunci dari WIV (Institut
Virologi Wuhan) dan lab lain, yang jelas tidak mereka miliki," terang
Metzl.
"Kami
masih membutuhkan penyelidikan forensik internasional yang tidak terbatas untuk
melihat semua kemungkinan hipotesis," ungkapnya.
Baca Juga:
KUHAP Baru, Peradi SAI Buka Suara Singgung Akses CCTV untuk Advokat
Dr Ben
Embarek mengatakan, penyelidikan WHO telah mengungkap informasi baru, tetapi
tidak secara dramatis mengubah gambaran wabah tersebut.
Dia
menambahkan pekerjaan untuk mengidentifikasi asal-usul virus Corona
ke reservoir alami kelelawar, tetapi kecil kemungkinan mereka berada di Wuhan.
Pakar
WHO juga mengatakan akan bermanfaat untuk mengeksplorasi, apakah hewan liar
yang dibekukan di pasar dengan kondisi yang tepat dapat kondusif untuk
penyebaran virus Corona yang cepat.