Selain penguatan kesadaran masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mengembangkan infrastruktur dan teknologi pengolahan sampah. Salah satunya melalui pengoperasian dan optimalisasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara.
Fasilitas tersebut mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti batu bara bagi industri semen. Keberadaan RDF Rorotan menjadi salah satu upaya mengubah sampah menjadi sumber energi sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.
Baca Juga:
HKBP Tegas Membantah Tudingan dalam Aksi Unjuk Rasa di Tarutung
Penguatan pengelolaan sampah juga dilakukan melalui pengembangan jaringan bank sampah kawasan, Bank Sampah RW di seluruh kelurahan, penggunaan komposter, serta pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik.
Dudi menegaskan, keberhasilan teknologi pengolahan sampah di hilir sangat bergantung pada kualitas pemilahan yang dilakukan masyarakat sejak dari sumber, termasuk di lingkungan rumah tangga dan rumah ibadah.
Karena itu, melalui deklarasi tersebut, jemaat HKBP didorong menjadikan gereja-gereja di Jakarta sebagai bagian dari gerakan gereja ramah lingkungan. Masyarakat juga diajak membiasakan penggunaan wadah makan dan minum sendiri, memilah sampah yang dapat didaur ulang, serta mengolah sampah organik di lingkungan gereja dan permukiman.
Baca Juga:
Asisten Pemkab Tapteng Hadiri Parheheon Ina HKBP Pinangsori, Apresiasi Peran Ibu dalam Gereja
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Jakarta diharapkan semakin mampu mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan berketahanan iklim,” tandasnya.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.