WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah terus memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional melalui pembangunan dan renovasi laboratorium kesehatan masyarakat di berbagai daerah.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas diagnostik yang memadai dan mampu mendeteksi keberadaan serta penyebaran patogen secara lebih cepat.
Baca Juga:
CKG 2026 Temukan Sejuta Kasus Baru Hipertensi, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Tahunan
Menurut Budi, penguatan kapasitas laboratorium menjadi salah satu pelajaran penting yang diperoleh Indonesia dari pandemi COVID-19.
Pada saat pandemi berlangsung, keterbatasan fasilitas dan peralatan diagnostik membuat proses pemeriksaan serta pemantauan penyebaran virus di sejumlah daerah belum dapat dilakukan secara optimal.
“Dulu saat COVID-19, kita kesulitan sekali melakukan tes diagnostik PCR karena alatnya tidak tersedia. Kondisi itu membuat kita kesulitan mengetahui penyebaran virus dan melakukan pelacakan terhadap masyarakat yang terpapar,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga:
Enam Dokter Internsip Meninggal, Kemenkes Gelar Medical Check Up dan Skrining Kesehatan Jiwa
Karena itu, pemerintah kini mendorong pemerataan fasilitas laboratorium kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini yang lebih kuat.
Laboratorium tersebut nantinya memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan berbagai jenis patogen, baik virus maupun bakteri, sehingga potensi munculnya penyakit menular dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti.
Budi menggambarkan keberadaan laboratorium kesehatan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem pemantauan kesehatan nasional.