Selain itu, implementasi KITA SEHAT juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi internasional, yakni WHO, UNICEF, dan UNFPA sebagai mitra pembangunan.
Program ini akan dijalankan di tingkat nasional serta di tiga provinsi prioritas, yaitu Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Barat Daya sebagai wilayah percontohan.
Baca Juga:
Pasar Sitinjo Dicanangkan Jadi Pasar Komoditi Harian Dairi
Peluncuran program dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma.
Turut hadir pula perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi internasional, akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan, hingga unsur masyarakat sipil.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab utama menjaga masyarakat tetap sehat melalui penguatan layanan kesehatan primer.
Baca Juga:
Setjen DPR RI Perkuat Budaya Berbagi Lewat Donor Darah, Targetkan 300 Pendonor
"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus kedua adalah mengobati masyarakat yang sakit. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Pemerintah Indonesia. Saya juga ingin meminta dukungan Pemerintah Australia agar cakupan imunisasi dapat meningkat hingga di atas 90 persen,” ujar Menkes Budi.
Pemerintah Australia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui kemitraan tersebut.
Dukungan itu diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memperkokoh kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman kesehatan di masa depan.