Sering kali, penyebab gatal terkait diabetes adalah polineuropati diabetik atau neuropati perifer. Ini adalah komplikasi diabetes yang berkembang ketika kadar glukosa darah tinggi menyebabkan kerusakan pada serabut saraf, terutama di kaki dan tangan.
Sementara itu, mengutip dari Halodoc, perbedaan gatal biasa dengan diabetes sendiri terletak pada penyebabnya. Gatal biasa akan terjadi karena adanya infeksi virus, jamur, atau bakteri.
Baca Juga:
Belasan Nakes Pilih Tetap Bekerja Meski Tanpa Digaji Usai Dipecat Bupati Taput, Ini Alasannya
Sedangkan gatal karena diabetes berasal dari pembuluh darah, sehingga pada banyak kasus, rasa gatal pada pengidap diabetes dapat menyebabkan luka. Sayangnya, kedua kondisi tersebut akan sangat sulit dibedakan secara kasat mata.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan sitokin pada akhirnya mungkin ada hubungannya dengan kerusakan saraf diabetes.
Kadang-kadang, rasa gatal yang terus-menerus dapat mengindikasikan bahwa seseorang dengan diabetes berisiko mengalami kerusakan saraf karena peningkatan kadar sitokin.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Beberapa orang dengan diabetes mungkin mengalami kulit gatal sebagai efek samping yang merugikan dari obat baru atau memiliki reaksi alergi terhadapnya.
Kondisi kulit diabetes
Terkadang kondisi kulit yang mendasarinya bisa menyebabkan gatal. Orang dengan diabetes dapat lebih mudah terkena kondisi kulit dan infeksi tertentu daripada orang yang tidak menderita diabetes.
Contohnya: