WAHANANEWS.CO - Wedang jahe hangat memang kerap menjadi pilihan saat tubuh mulai demam atau flu, namun benarkah minuman herbal ini mampu menurunkan suhu tubuh atau hanya memberikan sensasi hangat sesaat.
Sejumlah penelitian menunjukkan jahe berpotensi membantu meredakan demam ringan berkat kandungan senyawa aktif yang memiliki efek antiinflamasi, meski tidak dapat menggantikan obat penurun panas maupun penanganan medis apabila demam berlangsung lama atau disertai gejala berat.
Baca Juga:
Eropa Dilanda Suhu Rekor pada Juni 2026, Puluhan Orang Dilaporkan Meninggal
Dalam studi berjudul Immunomodulatory and Anti-inflammatory Therapeutic Potential of Gingerols, jahe diketahui mengandung senyawa aktif berupa gingerol, shogaol, dan zingerone yang memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, serta membantu mengatur respons imun tubuh.
Gingerol bekerja dengan menekan jalur peradangan di dalam tubuh dan membantu mengurangi produksi prostaglandin, yaitu zat yang berperan meningkatkan suhu tubuh ketika seseorang mengalami demam, sehingga penurunan proses peradangan dapat ikut membantu menurunkan suhu tubuh.
Hasil serupa juga ditemukan dalam penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang menunjukkan ekstrak jahe merah mampu membantu menurunkan suhu tubuh tikus percobaan yang mengalami demam.
Baca Juga:
OJK Catat Kredit Macet Pinjol 4,62 Persen, Pengamat Sebut Jadi Alarm Dini
Peneliti menjelaskan efek tersebut berkaitan dengan kemampuan gingerol menghambat sintesis prostaglandin sekaligus mengurangi proses peradangan di dalam tubuh.
Dalam berbagai penelitian herbal maupun praktik pengobatan tradisional, jahe lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk seduhan atau rebusan air hangat dibandingkan dimakan secara langsung.
Saat dipanaskan, sebagian kandungan gingerol pada jahe segar berubah menjadi shogaol yang juga memiliki efek antiinflamasi cukup kuat sehingga jahe sering diolah menjadi wedang jahe, teh jahe, atau dipadukan dengan madu dan lemon.
Cara penyajiannya cukup mudah, yakni jahe digeprek atau diiris tipis, kemudian direbus atau diseduh menggunakan air panas selama beberapa menit sebelum diminum dalam keadaan hangat.
Selain kandungan senyawa aktifnya, minuman hangat juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memberikan rasa nyaman ketika sedang mengalami demam atau flu, sementara tambahan madu sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan tenggorokan sekaligus mengurangi rasa pedas jahe.
Meski demikian, konsumsi jahe tidak dianjurkan secara berlebihan karena berdasarkan studi Ginger on Human Health: A Comprehensive Systematic Review, asupan jahe dalam jumlah berlebihan dapat memicu gangguan lambung, rasa panas di dada (heartburn), mual, hingga diare pada sebagian orang.
Oleh karena itu, jahe lebih tepat digunakan sebagai pendamping untuk membantu meredakan gejala ringan, bukan sebagai pengganti pengobatan utama.
Apabila demam tinggi berlangsung dalam waktu lama atau disertai sesak napas, muntah hebat, penurunan kesadaran, maupun tanda-tanda infeksi serius lainnya, penderita tetap disarankan segera mendapatkan pemeriksaan medis.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]