WAHANANEWS.CO - Juli 2026 tercatat sebagai bulan terpanas di Indonesia sejak pengamatan dimulai pada 1991, dengan suhu rata-rata nasional mencapai 27,0°C atau 0,8°C lebih tinggi dibandingkan suhu normal klimatologis periode 1991-2020.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kenaikan suhu tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027 dengan peluang mencapai 75 persen dalam kategori sangat kuat.
Baca Juga:
Sumatera Barat Diguyur Hujan 126 Mm per Hari di Tengah El Nino Kuat, Ini Penjelasan BMKG
Data tersebut diperoleh berdasarkan analisis terhadap 109 stasiun pengamatan BMKG di berbagai wilayah Indonesia.
"Berdasarkan analisis dari 109 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata bulan Juli 2026 adalah sebesar 27.0°C. Normal suhu udara klimatologis untuk bulan Juli (periode 1991-2020) di Indonesia adalah sebesar 26.2°C (dalam kisaran normal 18.55°C - 29.02°C)," tulis BMKG dalam laman resminya, Selasa (11/8/2026).
Suhu rata-rata Juli 2026 tersebut menunjukkan anomali positif sebesar 0,8°C dan menjadi nilai anomali tertinggi sepanjang periode pengamatan sejak 1991.
Baca Juga:
BMKG: Senin Sore Hingga Malam Jakarta Sebagian Bakal Diguyur Hujan Ringan
"Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Juli 2026 menunjukkan anomali positif dengan nilai sebesar 0.8°C. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Juli 2026 ini merupakan nilai anomali tertinggi ke-1 sepanjang periode pengamatan sejak 1991," lanjut BMKG.
BMKG menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia mengalami anomali suhu positif pada Juli 2026 dibandingkan rata-rata klimatologisnya, dengan 101 stasiun pengamatan mencatat kondisi tersebut.
Anomali suhu tertinggi tercatat di Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado dengan nilai mencapai 2,43°C, sedangkan anomali terendah tercatat di Stasiun Geofisika Pasuruan dengan nilai minus 0,76°C.