Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 Indonesia mencatat sekitar 161 ribu kasus dengue dengan lebih dari 600 kematian.
Angka tersebut menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat langkah pengendalian penyakit yang masih menjadi ancaman di berbagai daerah.
Baca Juga:
Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Kemenkes Perketat Pintu Masuk RI
“Data ini mengingatkan kita bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Tantangan kita saat ini adalah memastikan seluruh upaya penanggulangan dengue berjalan dalam satu kerangka nasional yang terpadu, berbasis bukti, dan didukung oleh koordinasi lintas sektor,” ucap Andi.
Ia menilai keberhasilan pengendalian dengue tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai sektor lain, termasuk pemerintah daerah, dunia pendidikan, lingkungan hidup, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.
Selain itu, Andi menyoroti pentingnya peran media massa dalam memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga:
Jangan Abaikan, 5 Tanda Stroke Bisa Muncul Sebulan Sebelum Serangan
Menurutnya, penyampaian informasi yang akurat dan mudah dipahami dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala awal dengue, langkah pencegahan, serta pentingnya penanganan sejak dini.
“Melalui edukasi yang tepat, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya deteksi dengue melalui pengenalan pola demam dan tanda bahaya atau warning signs. Sehingga dapat segera mengambil keputusan untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Lebih lanjut, Andi kembali mengingatkan bahwa tantangan penanggulangan dengue akan semakin kompleks seiring perubahan iklim dan dinamika sosial masyarakat.