WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 62 kasus influenza A H3N2 subclade K yang terdeteksi di Indonesia.
Meski istilah “superflu” sempat menarik perhatian publik, Benjamin menegaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam batas aman dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Imunitas Jadi Benteng Utama, Kemenkes Buka Opsi Vaksin Influenza Mandiri
Ia menjelaskan, puluhan kasus tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan sejauh ini belum menunjukkan gejala atau dampak yang mengkhawatirkan.
Menurutnya, virus tersebut masih termasuk dalam jenis influenza yang umum ditemukan dan dapat ditangani dengan prosedur kesehatan yang berlaku.
Benjamin juga memastikan bahwa vaksin influenza yang digunakan tidak mengalami perubahan, dan tetap sama seperti vaksin flu yang selama ini digunakan untuk mencegah infeksi influenza musiman.
Baca Juga:
Akses Sulit dan Lumpurnya Tinggi, Empat Puskesmas di Aceh Belum Pulih Pasca Bencana
“Superflu aman dan vaksin influenza yang digunakan tetap vaksin influenza seperti biasa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Benjamin menyebutkan bahwa influenza A H3N2 subclade K pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat, sebelum kemudian ditemukan di sejumlah negara lain, termasuk Indonesia.
Di Tanah Air sendiri, jumlah kasus yang tercatat masih terbatas dan telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium.