WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat upaya penanggulangan katarak di Indonesia melalui perluasan pembiayaan operasi serta peningkatan deteksi dini.
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah dilakukan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang turut mencakup pemeriksaan ketajaman penglihatan masyarakat.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Tinjau Langsung Tes Akademik Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 di Kampus Unama Tehok
Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami gangguan penglihatan.
Pemerintah juga menargetkan penanganan katarak dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko gangguan penglihatan berat hingga kebutaan dapat ditekan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan kebutuhan terhadap layanan operasi katarak diperkirakan terus meningkat.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Binrohtal Personel Nasrani, Perkuat Integritas dan Pelayanan Humanis
Kondisi tersebut sejalan dengan bertambahnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang membuat jumlah penduduk lanjut usia semakin bertambah.
Menurut Dante, pemerintah tidak hanya berupaya menjamin pembiayaan operasi katarak, tetapi juga memperluas dan memperkuat kapasitas layanan kesehatan mata di berbagai wilayah.
Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi diharapkan dapat memperoleh pelayanan secara lebih mudah dan cepat.
“Langkah konkret yang kami lakukan adalah memberikan pembiayaan terhadap operasi katarak. Jumlah kebutuhannya akan terus meningkat seiring angka harapan hidup yang semakin tinggi,” kata Dante Saksono Harbuwono saat konferensi pers di Rumah Sakit Khusus Mata, Kabupaten Banyumas, Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain pembiayaan, Kemenkes juga berupaya meningkatkan cataract surgery rate atau angka operasi katarak agar semakin banyak pasien yang dapat memperoleh penanganan setiap tahunnya.
Peningkatan kapasitas pelayanan dinilai penting mengingat kebutuhan di setiap daerah belum sepenuhnya seimbang.
Dante mengungkapkan masih terdapat wilayah yang memiliki kapasitas layanan operasi katarak cukup besar, sementara daerah lainnya justru menghadapi keterbatasan fasilitas maupun kemampuan pelayanan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan mata secara nasional.
“Memang kapasitas di setiap daerah tidak sama, ada daerah yang berlebih, ada yang masih kekurangan. Karena itu kami akan memperkuat kolaborasi agar kapasitas yang berlebih dapat membantu daerah yang masih membutuhkan,” ujar Dante.
Di sisi lain, pemerintah menjadikan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu instrumen untuk menemukan gangguan penglihatan, termasuk dugaan katarak, sejak lebih awal.
Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan matanya sebelum gangguan penglihatan berkembang menjadi lebih berat.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan ketajaman penglihatan menjadi salah satu bagian yang diperhatikan.
Apabila ditemukan adanya penurunan kemampuan melihat, pasien dapat menjalani evaluasi lanjutan oleh dokter mata untuk memastikan penyebab gangguan tersebut.
“Melalui Cek Kesehatan Gratis, ketajaman penglihatan masyarakat akan diperiksa. Kalau ditemukan penurunan visus, akan dievaluasi lebih lanjut oleh dokter mata untuk memastikan apakah menderita katarak atau tidak, terutama pada usia lanjut,” kata Dante.
Kelompok lanjut usia menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya deteksi dini tersebut.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, kasus katarak diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga pasien dapat segera memperoleh rujukan dan penanganan yang sesuai.
Dante berharap penguatan deteksi dini melalui Program Cek Kesehatan Gratis dapat memperpendek waktu antara ditemukannya kasus dan pemberian layanan medis.
Di saat yang sama, perluasan pembiayaan operasi serta pemerataan kapasitas layanan di daerah diharapkan mampu meningkatkan jumlah pasien katarak yang mendapatkan tindakan.
“Melalui Cek Kesehatan Gratis, kami berharap penanganan pasien semakin cepat sehingga risiko kebutaan akibat katarak dapat ditekan. Deteksi dini menjadi kunci menjaga kualitas penglihatan masyarakat,” kata Dante menutup.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]