Pendekatan riset yang kredibel dinilai mampu mengolah data tersebut menjadi dasar perumusan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan peserta JKN.
"BPJS Kesehatan senantiasa membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan. Saat ini, BPJS Kesehatan memiliki big data yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan riset dan penelitian. Dengan demikian, big data ini tidak hanya menjadi instrumen pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi ruang berbagi masukan, pengalaman, serta strategi implementasi dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program JKN secara berkelanjutan," kata Ghufron.
Baca Juga:
Skrining BPJS Kesehatan Bisa Diakses Online, Ini Cara dan Manfaatnya
Selain penguatan riset dan kebijakan, BPJS Kesehatan juga terus mendorong transformasi digital guna meningkatkan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN.
Inovasi tersebut mencakup pengembangan aplikasi digital, optimalisasi layanan non tatap muka, serta integrasi sistem informasi layanan kesehatan.
“Beragam kemudahan dapat dirasakan peserta JKN melalui Aplikasi Mobile JKN, seperti pengambilan nomor antrean secara online, perubahan data kepesertaan, skrining riwayat kesehatan, bahkan pemberian informasi dan penyampaian keluhan. Selain itu juga ada Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di 08118165165, serta Care Center 165,” ucap Ghufron.
Baca Juga:
Perkuat KUPS, Kemenhut dan Kemenkop Teken MoU Pengembangan Koperasi Sektor Kehutanan
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan kesamaan visi antara BPJS Kesehatan dan BRIN dalam mendorong inovasi kesehatan nasional.
Menurutnya, hasil riset kesehatan perlu dihilirisasi secara optimal agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Melalui Nota Kesepahaman ini, BRIN mendorong agar berbagai hasil riset di bidang kesehatan dapat dimanfaatkan secara lebih sistematis untuk mendukung penguatan sistem JKN. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati membuka peluang besar bagi BRIN untuk mengintegrasikan kegiatan riset, inovasi, serta pengembangan kebijakan kesehatan dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” kata Kepala BRIN Arif Satria.